Kamis, 10 Januari 2013

MEKANISME TRANSPORTASI SEDERHANA



BAB I
1.1  Latar Belakang

Sejarah penemuan
Tulisan-tulisan  sistem peredaran darah pertama ditemukan di Papyrus Ebers yang berasal dari abad 16 SM, suatu papirus mesir kuno yang mengandung lebih dari 700 resep dan obat medis, baik fisik maupun spiritual. Dalam papirus , itu mengakui sambungan dari jantung ke arteri. Dokter  Mesir itu berpikir udara masuk melalui mulut dan masuk ke paru-paru dan jantung. Dari hati, udara perjalanan ke setiap anggota melalui arteri. Meskipun ini konsep sistem peredaran darah yang sangat cacat, itu merupakan salah satu rekening awal pemikiran ilmiah.
Pada abad ke-6 SM, pengetahuan tentang sirkulasi cairan vital ke seluruh tubuh dikenal dengan Ayurvedic di temukan oleh dokter Sushruta di India kuno . Lalu katup jantung ditemukan oleh seorang dokter dari Hippocratean sekolah sekitar abad ke-4 SM. Namun fungsi mereka tidak dipahami dengan baik maka. Karena  pembuluh darah arteri setelah kematian  terlihat kosong, anatomi kuno menganggap mereka dipenuhi dengan udara dan bahwa mereka untuk transportasi udara. Dokter Yunani , Herophilus , vena dibedakan dari arteri tetapi berpikir bahwa denyut adalah milik arteri sendiri. Anatomi yunani, Erasistratus mengamati bahwa arteri yang dipotong selama berdarah hidup. Dia berasal fakta fenomena bahwa udara yang keluar dari arteri diganti dengan darah yang dimasukkan oleh pembuluh yang sangat kecil antara vena dan arteri. Dengan demikian ia tampaknya mendalilkan kapiler tetapi dengan aliran terbalik darah.
Pada abad ke-2 Masehi, dokter Galen tahu bahwa pembuluh darah membawa darah dan vena diidentifikasi (merah gelap) dan arteri (lebih terang dan lebih tipis) dan masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda dan terpisah. Galen percaya bahwa darah arteri diciptakan oleh darah vena yang lewat dari ventrikel kiri ke kanan dengan melewati 'pori-pori' di septum interventrikular, udara lulus dari paru-paru melalui arteri paru-paru ke sisi kiri jantung. Sebagai darah arteri diciptakan uap 'jelaga' diciptakan dan diteruskan ke paru-paru juga melalui arteri pulmonalis yang akan dihembuskan.
Pada tahun 1025, di terbitkan The Canon of Medicine oleh dokter Persia ,Ibnu Sina menyempurnakan teori Galen yang keliru tentang denyut. Ia berpendapat bahwa setiap denyut nadi terdiri dari dua gerakan dan dua jeda. Pada 1242, para dokter Arab , Ibn al-Nafis , menjadi orang pertama yang secara akurat menggambarkan proses sirkulasi paru-paru , yang ia kadang-kadang dianggap sebagai bapak fisiologi peredaran darah .
Michael Servetus adalah orang Eropa pertama yang menggambarkan fungsi sirkulasi paru-paru, meskipun prestasinya tidak diakui secara luas pada saat itu, karena beberapa alasan. Ia pertama kali digambarkan dalam "Naskah Paris"(sekitar tahun 1546), namun pekerjaan ini tidak pernah diterbitkan. Lalu ada William Harvey , seorang murid dari Hieronymus Fabricius (yang sebelumnya menggambarkan katup pembuluh darah tanpa mengakui fungsi mereka), melakukan urutan eksperimen pada tahun 1628 yang menunjukkan bahwa ada hubungan langsung antara vena dan arteri di dalam seluruh sistem tubuh tubuh, dan bukan hanya paru-paru paling penting,. ia berpendapat bahwa denyut jantung menghasilkan sirkulasi darah terus menerus melalui koneksi menit pada ekstremitas tubuh. Ini adalah lompatan konseptual yang sangat berbeda dari perbaikan Ibn al-Nafis 'dari anatomi dan bloodflow di jantung dan paru-paru. Karya ini, dengan eksposisi yang dasarnya benar, perlahan-lahan meyakinkan dunia medis. Namun, Harvey tidak dapat mengidentifikasi sistem kapiler menghubungkan arteri dan vena, ini kemudian ditemukan oleh Marcello Malpighi tahun 1661. Pada tahun 1956, André Frédéric Cournand , Werner Forssmann dan Dickinson W. Richards dianugerahi Hadiah Nobel dalam Kedokteran untuk penemuan mereka mengenai kateterisasi jantung dan perubahan patologis dalam sistem peredaran darah.
1.2  Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah  ini antara lain :
1)      Memenuhi tugas mata kuliah Biopsikologi
2)      Memberikan informasi kepada para pembaca tentang Biopsikologi terutama tentang Daya Tahan dan Daya Tangkap pada system peredaran darah.
BAB II
Mekanisme Transportasi Sederhana
Mekanisme Transporasi pada Sel
Membran sel berfungsi membatasi sel dan lingkungan sekitar. Namun demikian, tidak berarti sel menjadi satu sistem tertutup yang tidak dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Tidak ada organisme yang mampu hidup terpisah dari lingkungan sekitarnya. Begitu pula halnya dengan sel. Sel memperoleh bahan-bahan yang dibutuhkan untuk berbagai proses metabolismenya dari lingkungan di luar sel. Beberapa mekanisme sel dalam memperoleh bahan-bahan yang dibutuhkan, antara lain difusi ,  osmosis ,  transpor aktif ,  endositosis, dan  eksositosis.
1.     Difusi
Difusi merupakan proses perpindahan suatu zat yang terjadi secara spontan ketika ada perbedaan tekanan difusi, dari tekanan yang tinggi ke arah tekanan yang lebih rendah. Tekanan difusi berkorelasi positif dengan konsentrasi zat tersebut. Artinya, semakin tinggi konsentrasinya, semakin tinggi pula tekanan difusi zat tersebut.
Faktor yang memengaruhi kecepatan difusi contohnya adalah naiknya suhu dan zat yang berdifusi. Dengan naiknya suhu, energi kinetik yang dimiliki molekul suatu zat menjadi lebih tinggi sehingga pergerakan molekul zat menjadi lebih cepat. Zat yang paling mudah berdifusi adalah gas sedangkan cairan relatif lebih lambat berdifusi dibandingkan dengan gas.
Tidak seluruh molekul dapat berdifusi masuk ke dalam sel. Contohnya adalah olekul berukuran sedang, seperti molekul gula dan protein, tidak dapat berdifusi melewati membran sel. Pertukaran oksigen dan CO2  pada proses respirasi hewan merupakan salah satu contoh difusi. Pada prinsipnya, difusi membran sel bersifat pasif. Membran sel tidak mengeluarkan energi untuk memindahkan molekul ke luar maupun ke dalam sel.

2.     Osmosis
Osmosis adalah proses perpindahan pelarut melewati sebuah membran semipermeabel. Contohnya adalah proses difusi air sebagai pelarut, melewati sebuah membran semipermeabel. Masuknya air ini dapat menyebabkan tekanan air yang disebut tekanan osmotic. Namun, membran sel memiliki kemampuan yang terbatas untuk mengembang sehingga sel tersebut tidak pecah. Pada sel darah merah, peristiwa ini disebut hemolisis.
Terdapat tiga sifat larutan yang dapat menentukan pergerakan air pada osmosis, yaitu:
1.      Hipertonik Suatu larutan dikatakan hipertonik jika memiliki konsentrasi zat terlarut lebih tinggi dibandingkan larutan pembandingnya., 
2.      Hipotonik Suatu larutan dikatakan hipotonik jika larutan pembanding memiliki konsentrasi zat terlarut lebih kecil.,
3.      Isotonik larutan isotonik memiliki konsentrasi zat terlarut yang sama dengan larutan pembanding.
3. Transpor Aktif
Transpor aktif merupakan mekanisme pemindahan molekul atau zat tertentu melalui membran sel, berlawanan arah dengan gradien konsentrasi. Oleh karena itu, harus ada energi tambahan dari sel yang digunakan untuk membantu perpindahan tersebut berbeda dengan osmosis dan difusi yang tidak membutuhkan energi.
Energi tambahan yang digunakan dalam proses transpor aktif berasal dari ATP yang dihasilkan oleh mitokondria melalui proses respirasi. Zat yang dipindahkan dengan cara transpor aktif pada umumnya adalah zat yang memiliki ukuran molekul cukup besar sehingga tidak mampu melewati membran sel. Sel mengimbangi tekanan osmosis lingkungannya dengan cara menyerap atau mengeluarkan molekul-molekul tertentu. Dengan  demikian, terjadi aliran air masuk atau keluar sel. Kemampuan mengimbangi tekanan osmosis dengan transpor aktif menjadi sangat penting untuk bertahan hidup.Pompa natrium kalium merupakan contoh transpor aktif yang banyak ditemukan pada membran sel.
4. Endositosis
Endositosis merupakan mekanisme pemindahan benda dari luar ke dalam sel. Istilah endositosis berasal dari bahasa Yunani,  endo  artinya ke dalam dan cytos artinya sel. Membran sel membentuk pelipatan ke dalam (invaginasi) dan “memakan” benda yang akan dipindahkan ke dalam sel. Di dalam sel, benda tersebut dilapisi oleh sebagian membran sel yang terlepas membentuk selubung. Proses makan pada Amoeba adalah contoh mudah untuk menggambarkan proses endositosis. Endositosis membran sel pada Amoeba , akan membentuk vakuola.
Terdapat tiga bentuk endositosis, yaitu  fagositosis,  pinositosis, dan endositosis dengan bantuan reseptor. Proses makan pada Amoeba merupakan contoh fagositosis. Pada proses fagositosis, benda yang dimasukkan ke dalam sel berupa zat atau molekul padat. Adapun pada pinositosis berupa zat cair.Berbeda dengan fagositosis dan pinositosis, pada endositosis dengan bantuan reseptor hanya menerima molekul yang sangat spesifik. Di dalam lekukan membran plasma terdapat reseptor protein yang akan berikatan dengan protein molekul yang akan diterima sel.
5. Eksositosis
Proses Amoeba mengeluarkan sisa-sisa makanan melalui vakuolanya adalah satu contoh eksositosis. Istilah eksositosis berasal dari bahasa Yunani, exo  artinya keluar dan  cytos artinya sel. Jadi, eksositosis adalah proses mengeluarkan benda dari dalam sel ke luar sel. Vakuola atau selubung membran  melingkupi sisa zat makanan yang sudah dicerna. Kemudian, bergabung kembali dengan membran sel dan sisa zat makanan untuk di buang keluar sel. Membran yang menyelubungi sel tersebut akan bersatu atau berfusi dengan membran sel. Cara ini adalah salah satu mekanisme yang digunakan sel-sel kelenjar untuk menyekresikan hasil metabolisme. Misalnya, sel-sel kelenjar di pankreas yang mengeluarkan enzim ke saluran pankreas yang bermuara di usus halus. Sel-sel tersebut mengeluarkan enzim dari dalam sel menggunakan mekanisme eksositos. Pada umumnya, eksosistosis dan endositosis digunakan untuk memindahkan benda-benda yang berukuran besar. Kedua proses tersebut, saling menyeimbangkan luas permukaan plasma membran sehingga volume sel tidak harus menjadi lebih kecil dari semula.
Sistem pencernaan makanan pada manusia dan mamalia
Ø Sistem pencernaan manusia
Sistem pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ, berturut-turut dimulai dari
1. Rongga Mulut,
2. Esofagus
3. Lambung
4. Usus Halus
5. Usus Besar
6. Rektum
7. Anus.

Rongga Mulut
Mulut merupakan saluran pertama yang dilalui makanan. Pada rongga mulut, dilengkapi alat pencernaan dan kelenjar pencernaan untuk membantu pencernaan makanan. Pada Mulut terdapat :
a.Gigi memiliki fungsi memotong, mengoyak dan menggiling makanan menjadi partikel yang kecil-kecil. Perhatikan gambar disamping.
b..Lidah memiliki peran mengatur letak makanan di dalam mulut serta mengecap rasa makanan.
c.Kelenjar Ludah. Ada 3 kelenjar ludah pada rongga mulut. Ketiga kelenjar ludah tersebut menghasilkan ludah setiap harinya sekitar 1 sampai 2,5 liter ludah. Kandungan ludah pada manusia adalah : air, mucus, enzim amilase, zat antibakteri, dll. Fungsi ludah adalah melumasi rongga mulut serta mencerna karbohidrat menjadi disakarida.
Kerongkongan
Merupakan saluran yang menghubungkan antara rongga mulut dengan lambung. Pada ujung saluran esophagus setelah mulut terdapat daerah yang disebut faring. Pada faring terdapat klep, yaitu epiglotis yang mengatur makanan agar tidak masuk ke trakea (tenggorokan). Fungsi esophagus adalah menyalurkan makanan ke lambung. Agar makanan dapat berjalan sepanjang esophagus, terdapat gerakan peristaltik sehingga makanan dapat berjalan menuju lambung
Lambung
Lambung adalah kelanjutan dari keronkongan, berbentuk seperti kantung. Lambung dapat menampung makanan 1 liter hingga mencapai 2 liter. Dinding lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. Ada 3 jenis otot polos yang menyusun lambung, yaitu otot memanjang, otot melingkar, dan otot menyerong.Selain pencernaan mekanik, pada lambung terjadi pencernaan kimiawi dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan lambung. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah :
  • Asam HCl ,Mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Sebagai disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus
  • Lipase , Memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun lipase yang dihasilkan sangat sedikit
  • Renin , Mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI). Hanya dimiliki oleh bayi.
  • Mukus , Melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl.
Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan makanan menjadi bubur yang disebut bubur kim.
Fungsi HCI Lambung :
1. Merangsang keluamya sekretin
2. Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein.
3. Desinfektan
4. Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empdu mengeluarkan getahnya.

Usus Halus
Usus halus merupakan kelanjutan dari lambung. Usus halus memiliki panjang sekitar 6-8 meter. Usus halus terbagi menjadi 3 bagian yaitu duodenum (± 25 cm), jejunum (± 2,5 m), serta ileum (± 3,6 m). Pada usus halus hanya terjadi pencernaan secara kimiawi saja, dengan bantuan senyawa kimia yang dihasilkan oleh usus halus serta senyawa kimia dari kelenjar pankreas yang dilepaskan ke usus halus.
Senyawa yang dihasilkan oleh usus halus adalah :
  • Disakaridase Menguraikan disakarida menjadi monosakarida
  • Erepsinogen Erepsin yang belum aktif yang akan diubah menjadi erepsin. Erepsin mengubah pepton menjadi asam amino.
  • Hormon Sekretin Merangsang kelenjar pancreas mengeluarkan senyawa kimia yang dihasilkan ke usus halus
  • Hormon CCK (Kolesistokinin) Merangsang hati untuk mengeluarkan cairan empedu ke dalam usus halus.
Selain itu, senyawa kimia yang dihasilkan kelenjar pankreas adalah :
  • Bikarbonat Menetralkan suasana asam dari makanan yang berasal dari lambung
  • Enterokinase Mengaktifkan erepsinogen menjadi erepsin serta mengaktifkan tripsinogen menjadi tripsin. Tripsin mengubah pepton menjadi asam amino.
  • Amilase Mengubah amilum menjadi disakarida
  • Lipase Mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol
  • Tripsinogen Tripsin yang belum aktif.
  • Kimotripsin Mengubah peptone menjadi asam amino
  • Nuklease Menguraikan nukleotida menjadi nukleosida dan gugus pospat
  • Hormon Insulin Menurunkan kadar gula dalam darah sampai menjadi kadar normal
  • Hormon Glukagon Menaikkan kadar gula darah sampai menjadi kadar normal

PROSES PENCERNAAN MAKANAN

Pencernaan makanan secara kimiawi pada usus halus terjadi pada suasana basa. Prosesnya sebagai berikut :
a. Makanan yang berasal dari lambung dan bersuasana asam akan dinetralkan oleh bikarbonat dari pancreas.

b. Makanan yang kini berada di usus halus kemudian dicerna sesuai kandungan zatnya. Makanan dari kelompok karbohidrat akan dicerna oleh amylase pancreas menjadi disakarida. Disakarida kemudian diuraikan oleh disakaridase menjadi monosakarida, yaitu glukosa. Glukaosa hasil pencernaan kemudian diserap usus halus, dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.

c. Makanan dari kelompok protein setelah dilambung dicerna menjadi pepton, maka pepton akan diuraikan oleh enzim tripsin, kimotripsin, dan erepsin menjadi asam amino. Asam amino kemudian diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah.

d. Makanan dari kelompok lemak, pertama-tama akan dilarutkan (diemulsifikasi) oleh cairan empedu yang dihasilkan hati menjadi butiran-butiran lemak (droplet lemak). Droplet lemak kemudian diuraikan oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan gliserol kemudian diserap usus dan diedarkan menuju jantung oleh pembuluh limfe.
Usus Besar (Kolon)
Usus-besar merupakan usus yang memiliki diameter lebih besar dari usus halus. Memiliki panjang 1,5 meter, dan berbentuk seperti huruf U terbalik. Usus besar dibagi menjadi 3 daerah, yaitu : Kolon asenden, Kolon Transversum, dan Kolon desenden. Fungsi kolon adalah :


a. Menyerap air selama proses pencernaan.
b. Tempat dihasilkannya vitamin K, dan vitamin H (Biotin) sebagai hasil simbiosis dengan bakteri usus, misalnya E.coli.
c. Membentuk massa feses
d. Mendorong sisa makanan hasil pencernaan (feses) keluar dari tubuh. Pengeluaran feses dari tubuh ddefekasi.
Rektum dan Anus
Rektum dan anus merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik.
Ø Sistem pencernaan pada mamalia
Sistem pencernaan pada hewan mamalia pada umumnya sama dengan manusia kecuali pada susunan dan bentuk gigi serta struktur lambung, khususnya pada hewan pemamah biak dan hewan karnivora. Pencernaan makanan hewan memamah biak mempunyai kekhususan. Hewan memamah biak seperti sapi, rusa, dan kambing, lambungnya terbagi menjadi empat ruang, yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasum.         
Hewan memamah biak, misalnya sapi, memiliki kekhususan pada jenis makanannya, yaitu rumput atau daun-daunan. Rumput atau daun-daunan direnggut dan dikunyah sekadarnya serta dicampur air ludah, lalu ditelan ke esofagus. Dari esofagus, makanan masuk ke rumen. Di rumen terdapat simbiosis antara hewan pemamah biak dengan bakteri dan flagellata yang dapat menghasilkan enzim selulase.       
Pada rongga mulut hewan memamah biak mempunyai molare atau geraham yang sangat besar yang berfungsi untuk menggiling dan menggilas dinding sel tumbuhan yang dimakannya. Rongga mulut mamalia dibentuk oleh 3 atap, yaitu palatum durum (langit-langit keras), palatum mole (langit-langit lunak), velum palastini (tepi). Dasar rongga mulut bersifat lunak, di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah dan kelenjar ludah.
Sapi memiliki kekhususan pada jenis makanannya, yaitu rumput atau daun-daunan. Rumput atau daun-daunan direnggut dan dikunyah sekedarnya serta dicampur air ludah, lalu ditelan ke esofagus. Dari esofagus makanan masuk ke rumen. Di rumen terjadi simbiosis dengan bakteri menghasilkan enzim selulase. Terjadi pencernaan protein, polisakarida, dan fermentasi selulosa oleh enzim selulase, kemudian makanan masuk ke retikulum. Di sini makanan dibentuk bolus, pada waktu istirahat bolus dikunyah di dalam mulut sesudah itu dikunyah lagi lalu masuk ke retikulum, lalu ke omasum, kemudian ke abomasum. Di abomasum ini terjadi pencernaan yang sebenarnya oleh enzim-enzim pencernaan.

Sistem Transportasi/Peredaran Darah pada Manusia

Sistem transportasi manusia
Transportasi ialah proses pengedaran berbagai zat yang diperlukan ke seluruh tubuh dan pengambilan zat-zat yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh. Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah. Di dalam tubuh darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu jantung dan pembuluh darah. Selain peredaran darah, pada manusia terdapat juga peredaran limfe (getah bening) dan yang diedarkan melalui pembuluh limfe. Pada hewan alat transpornya adalah cairan tubuh, dan pada hewan tingkat tinggi alat transportasinya adalah darah dan bagian-bagiannya. Alat peredaran darah adalah jantung dan pembuluh darah.
1.      Darah
Bagian-bagian darah :
Sel-sel darah (bagian yg padat)
  • Eritrosit (sel darah merah)
  • Leukosit (sel darah putih)
  • Trombosit (keping darah)

Plasma Darah (bagian yg cair)
  • Serum
  • Fibrinogen


Fungsi Darah

Darah mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Mengedarkan sari makanan ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh plasma darah
2. Mengangkut sisa oksidasi dari sel tubuh untuk dikeluarkan dari tubuh yang dilakukan oleh plasma darah, karbon dioksida dikeluarkan melalui paru-paru, urea dikeluarkan melalui ginjal
3. Mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar buntu (endokrin) yang dilakukan oleh plasma darah.
4. Mengangkut oksigen ke seluruh tubuh yang dilakukan oleh sel-sel darah merah
5. Membunuh kuman yang masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh sel darah putih
6. Menutup luka yang dilakuakn oleh keping-keping darah
7. Menjaga kestabilan suhu tubuh
.
2.      Jantung
Jantung manusia dan hewan mamalia terbagi menjadi 4 ruangan yaitu: bilik kanan, bilik kiri, serambi kanan, serambi kiri. Pada dasarnya sistem transportasi pada manusia dan hewan adalah sama.
3.      Pembuluh Darah
Ada 3 macam pembuluh darah yaitu: arteri, vena, dan kapiler (yang merupakan pembuluh darah halus)
Pembuluh Nadi
  • Tempat Agak ke dalam
  • Dinding Pembuluh Tebal, kuat, dan elastis
  • Aliran darah Berasal dari jantung
  • Denyut terasa
  • Katup Hanya disatu tempat dekat jantung
  • Bila ada luka Darah memancar keluar
Pembuluh Vena
  1. Dinding Pembuluh Tipis, tidak elastis
  2. Dekat dengan permukaan tubuh (tipis kebiru-biruan)
  3. Aliran darah Menuju jantung
  4. Denyut tidak terasa
  5. Katup Disepanjang pembuluh
  6. Bila ada luka Darah Tidak memancar
1. Sistem peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda
Dalam keadaan normal darah ada didalam pembuluh darah, ujung arteri bersambung dengan kapiler darah dan kapiler darah bertemu dengan vena terkecil (venula) sehingga darah tetap mengalir dalam pembuluh darah walaupun terjadi pertukaran zat, hal ini disebut sistem peredaran darah tertutup.
Peredaran darah ganda pada manusia, terdiri peredaran darah kecil (jantung –paru-paru – kembali ke jantung) dan peredaran darah besar (jantung – seluruh tubuh dan kembali ke jantung). Peredaran ini melewati jantung sebanyak 2 kali.
4.      Getah Bening
Disamping darah sebagai alat transpor, juga terdapat cairan getah bening. Terbentuknya cairan ini karena darah keluar melalui dinding kapiler dan melalui ruang antarsel kemudian masuk ke pembuluh halus yang dinamakan pembuluh getah bening (limfe)

  
BAB III
Penutup
Kesimpulan
Mekanisme transportasi sederhana pada manusia terdiri dari lima mekanisme yang berbeda yaitu difusi ,  osmosis ,  transpor aktif ,  endositosis, dan  eksositosis.
Manusia mencerna makanan melalui 7 organ yaitu rongga mulut, esofagus atau kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan anus. Dimana proses pencernaan dimulai dari rongga mulut lalu masuk ke keronggkongan, diproses di lambung, usus besar dan usus kecil, rektum dan terakir keluar melalui anus sebagai limbah bahan makanan yang tidak ter pakai.
            Pada mamalia proses pencernaan tidak jauh berbeda dengan manusia. Perbedaannya hanyalah pada lambungnya yang terbagi menjadi 4 ruangan yaitu rumen, retikulum, omasum, dan abomasums.
Perederan manusia berlangsung dengan darah sebagai alat transportasi zat-zat di dalam tubuh. Darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu jantung dan pembuluh darah. Selain peredaran darah, pada manusia terdapat juga peredaran limfe (getah bening) dan yang diedarkan melalui pembuluh limfe.